Jelang Natal 2025, Harga Minyak Kita di Yogyakarta Tembus Rp18 Ribu per Liter

Reporter : Rico
Meski ditemukan kelangkaan Minyak Kita, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok lainnya masih berada dalam kisaran harga normal.

TheIndonesiaTimes -Menjelang perayaan Natal 2025, Anggota DPD RI R.A. Yashinta Sekarwangi Mega bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan melakukan inspeksi harga dan ketersediaan bahan pokok melalui kegiatan “Grebek Pasar” di Pasar Kranggan, Rabu (17/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, ditemukan kelangkaan produk Minyak Kita yang berdampak pada harga jual di atas ketentuan pemerintah.

Saat berdialog langsung dengan pedagang, Yashinta mendapati Minyak Kita dijual di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan.

Baca juga: Puncak Mudik 18 Maret, 400 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Daop 6 Yogyakarta Saat Lebaran

Yashinta menyampaikan keprihatinannya atas kelangkaan tersebut dan berharap permasalahan distribusi Minyak Kita dapat segera ditangani agar tidak berlarut hingga Natal dan Tahun Baru. Ia juga langsung menyampaikan temuan di lapangan kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Menurut Yashinta, kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli dan ketenangan masyarakat. Ia menilai pengawasan pasar perlu diperkuat agar kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyatakan akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait guna mengatasi kelangkaan Minyak Kita dan harga yang melampaui HET. Pemerintah kota, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas pasokan bahan pokok selama periode Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli 3C Jelang Natal dan Tahun Baru

Meski ditemukan kelangkaan Minyak Kita, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok lainnya masih berada dalam kisaran harga normal. Namun, Yashinta mencatat adanya lonjakan harga kacang tanah yang cukup signifikan di Pasar Kranggan.

Kenaikan harga kacang tanah tersebut disebabkan oleh gagal panen di sejumlah daerah akibat fenomena kemarau basah yang dialami para petani. Kondisi ini berdampak pada menurunnya pasokan sehingga harga di tingkat pasar ikut meningkat.

Baca juga: DPD RI Kritik Ketidakjelasan Kewenangan Pusat-Daerah, Desak Penyelesaian Regulasi Turunan

Kegiatan “Grebek Pasar” ini mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka berharap pemerintah daerah bersama wakil rakyat dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan Minyak Kita serta menekan harga kacang tanah yang melambung.

Salah satu pedagang Pasar Kranggan, Yanto, menyampaikan harapannya agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi demi menjaga kelancaran aktivitas perdagangan dan daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru