The Indonesia Times - SpaceX akan memindahkan sekitar 4.400 satelit Starlink dari ketinggian 550 kilometer ke 480 kilometer di orbit rendah Bumi. Migrasi ini akan dilakukan bertahap sepanjang 2026 sebagai bagian dari penataan ulang konstelasi satelit internet Starlink.
Wakil Presiden Teknik Starlink Michael Nicolls menyebut langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan ruang angkasa. “Starlink mulai mengonfigurasi ulang konstelasi satelit dengan fokus pada keselamatan ruang angkasa,” ujarnya melalui akun X.
Baca juga: Starlink Dibungkam di Iran, Perang Teknologi Elon Musk Bertemu Senjata Elektronik Rusia
Menurut Nicolls, orbit yang lebih rendah memiliki kepadatan puing antariksa lebih sedikit, sehingga potensi tabrakan dapat ditekan meski jarak antar satelit dibuat lebih rapat. Selain itu, stabilnya aktivitas Matahari turut mendukung operasi satelit di orbit baru tersebut.
Baca juga: Centratama dan Surge Satukan Kekuatan untuk Percepat Akses Digital Indonesia
Dari sisi pengguna, perpindahan ini berpotensi meningkatkan kinerja jaringan.
CEO SpaceX Elon Musk menyatakan satelit yang lebih dekat ke Bumi memungkinkan sinyal lebih fokus. “Kapasitas jaringan per wilayah bisa meningkat tanpa mengubah ukuran antena pengguna,” kata Musk, Rabu (14/1/2026).
Saat ini, total armada Starlink hampir mencapai 9.400 satelit, dengan sekitar separuhnya akan direlokasi. SpaceX menegaskan langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengurangi risiko puing antariksa jangka panjang.
Editor : Rico