The Indonesia Times - Arus peti kemas yang dilayani PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 13,34 juta TEUs atau tumbuh 6,87 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 12,48 juta TEUs. Dari total tersebut, peti kemas domestik mencapai 8,94 juta TEUs, sedangkan internasional sebesar 4,40 juta TEUs.
Corporate Secretary PTP Widyaswendra mengatakan pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya permintaan distribusi barang dan kunjungan kapal di sejumlah terminal.
Baca juga: Pelindo Regional 1 Belawan Berbagi, 1.250 Paket Sembako Disalurkan ke Warga
“Peningkatan arus peti kemas sejalan dengan naiknya aktivitas komoditas di daerah. Artinya, permintaan dan distribusi barang juga meningkat,” ujarnya.
Secara regional, kenaikan terjadi antara lain di TPK Jambi akibat meningkatnya permintaan semen, TPK Ternate karena pengiriman kebutuhan tambang di Halmahera, serta TPK Merauke seiring pelaksanaan program strategis nasional di Papua Selatan.
PTP juga mencatat arus peti kemas internasional tumbuh 10,28 persen secara tahunan.
Baca juga: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Siapkan 7.000 Kursi Mudik Gratis 2026, Simak Rute dan Jadwalnya
Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan sekitar 25 persen setelah penambahan lima layanan pelayaran baru. “Pengiriman ke Korea, Amerika Serikat, Jepang, dan China melalui TPK Semarang juga mengalami peningkatan,” kata Widyaswendra.
Ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini menilai pertumbuhan arus peti kemas mencerminkan kinerja ekonomi nasional. “Industri adalah faktor kunci. Jika manufaktur, perdagangan, dan ekspor meningkat, maka arus peti kemas pasti ikut naik,” ujarnya.
Baca juga: Terminal Peti Kemas Belawan hingga Surabaya Diperkuat Crane Baru
Sementara itu, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan konsistensi kebijakan.
“Pelabuhan harus didorong menjadi transhipment hub dan kebijakan tidak boleh saling bertentangan agar investasi dan daya saing logistik nasional benar-benar optimal,” pungkasnya, Senin (19/1/2026).
Editor : Rico