The Indonesia Times - Upaya mengubah citra Jakarta dari sekadar pusat bisnis menjadi destinasi gaya hidup kelas dunia kian menguat. Hal ini mengemuka dalam workshop industri pariwisata yang digelar di sela Indonesia Tourism Xchange (ITX) 2026.
Para pelaku industri menilai Jakarta sebenarnya sudah memiliki fondasi kuat—mulai dari hotel mewah, kuliner kelas dunia, hingga kehidupan malam yang dinamis. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengemas dan mengkomunikasikan identitas kota secara tepat ke pasar global.
Baca juga: Taiwan Bidik Turis Indonesia dengan Wisata Berbasis Pengalaman Pedesaan
Pendiri dan CEO Delivering Asia, David Johnson, menegaskan Jakarta perlu tampil dengan karakter unik, bukan sekadar mengikuti bayang-bayang kota lain di Asia. “Jakarta punya energi khas. Ini bukan hanya kota bisnis, tapi pusat gaya hidup dengan dinamika tinggi,” ujarnya, Kamis (29/5/2026).
Baca juga: Depak Anies, PDIP Pilih Usung Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024
Menurutnya, narasi “Jakarta sebagai jantung Indonesia yang penuh energi” bisa menjadi kunci untuk menarik wisatawan global, termasuk kalangan eksekutif dan digital nomaden.
Senada, Editor Kompas Budi Suwarna menilai kekuatan Jakarta terletak pada keaslian dan keberagaman pengalaman yang ditawarkan. “Dengan storytelling yang tepat, Jakarta bisa menarik generasi baru penjelajah urban,” katanya.
Baca juga: Harley Davidson Resmikan Dealer Terbaru di Jakarta
Momentum ini dinilai semakin relevan seiring perayaan 500 tahun Jakarta pada 2026, yang menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi kota di peta pariwisata internasional.
Dengan strategi komunikasi yang lebih tajam, Jakarta kini tak hanya ingin dikenal sebagai kota kerja, tetapi juga destinasi gaya hidup yang hidup, dinamis, dan berkelas dunia.
Editor : Rico