The Indonesia Times - Pemerintah semakin serius menjadikan industri halal sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui gelaran Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026, Indonesia tidak hanya membidik pasar domestik, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam rantai pasok halal global.
Pameran yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di ICE BSD City ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menarik investasi dan memperluas ekspor produk halal Indonesia di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi syariah dunia.
Baca juga: Budaya dan Kuliner Makau Hadir di Jakarta Lewat Experience Macao Mega Sale 2025
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, mengatakan pasar halal global terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. “Konsumsi masyarakat muslim dunia diproyeksikan mencapai USD 3,36 triliun pada 2028. Ini peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas produksi dan ekspor,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Faisol, penguatan industri halal tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat struktur industri nasional.
Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menilai Halal Indo 2026 akan menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku usaha dengan investor global. “Kami ingin menciptakan ekosistem bisnis halal yang terintegrasi, mulai dari produksi, pembiayaan, hingga distribusi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pameran ini tidak sekadar ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis lintas negara yang berpotensi meningkatkan nilai investasi di sektor halal.
Optimisme terhadap penyelenggaraan Halal Indo terlihat dari capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, pameran ini berhasil mencatat transaksi Rp7,7 miliar serta komitmen investasi hingga Rp7,2 triliun. Tahun ini, jumlah peserta ditargetkan menembus 500 exhibitor dengan lebih dari 30.000 pengunjung dari berbagai negara.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat fondasi industri halal melalui peningkatan sertifikasi. Hingga kini, sekitar lima juta produk di Indonesia telah bersertifikat halal, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap kualitas produk nasional.
Dengan dukungan kebijakan, pasar yang besar, serta meningkatnya minat investor, Halal Indo 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong Indonesia menjadi pusat industri halal dunia sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Denny Pohan)
Editor : Rico