The Indonesia Times - Kebiasaan sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil kerap dianggap sepele oleh banyak pria. Namun di balik itu, kondisi tersebut bisa menjadi tanda pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kualitas hidup dan hubungan pasangan.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Elita Wibisono, Sp.U, menjelaskan bahwa gejala seperti sering buang air kecil di malam hari (nokturia), pancaran urine melemah, hingga rasa tidak tuntas saat berkemih sering diabaikan karena dianggap bagian dari proses penuaan.

“Banyak pasien datang sudah dalam kondisi lanjut karena menganggap gejala ini normal. Padahal jika dibiarkan, bisa berujung pada komplikasi serius seperti infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut dr. Elita, nokturia bukan hanya mengganggu fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas tidur. Seseorang yang harus bangun beberapa kali setiap malam akan mengalami kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga produktivitas kerja yang menurun.

Lebih jauh, gangguan ini juga bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan. “Tidur yang terganggu tidak hanya dirasakan pasien, tetapi juga pasangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu stres, menurunkan kepercayaan diri, dan berdampak pada keharmonisan rumah tangga,” jelasnya.

Pembesaran prostat terjadi ketika kelenjar prostat menekan saluran kemih sehingga menghambat aliran urine. Kondisi ini umum terjadi pada pria di atas usia 50 tahun, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, kondisi ini dapat dikendalikan. Gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan, serta mengonsumsi makanan kaya likopen seperti tomat dapat membantu menjaga kesehatan prostat.

Selain itu, kemajuan teknologi medis kini memungkinkan penanganan yang lebih nyaman melalui prosedur minimal invasif seperti TURP dan Rezum, tanpa sayatan besar dan dengan masa pemulihan lebih cepat.

dr. Elita mengingatkan agar pria tidak menunda pemeriksaan jika mulai mengalami gejala. “Jika sudah sering bangun lebih dari dua kali di malam hari atau aliran urine berubah, segera periksa. Deteksi dini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan hubungan tetap harmonis,” tutupnya.