TheIndonesiaTimes - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan ketidaksetujuannya atas rencana Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang berencana mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Hal tersebut ia sampaikan usai pertemuan bilateral dalam kunjungan kenegaraan di London, Kamis (18/9/2025).
“Saya memiliki perbedaan pendapat dengan Perdana Menteri dalam hal itu,” kata Trump dalam konferensi pers, dikutip Reuters, Jumat (19/9/2025). Meski demikian, ia tidak merinci poin apa yang membuatnya menolak langkah tersebut.
Sementara itu, pemerintah Starmer berkomitmen akan mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina setelah Trump meninggalkan Inggris. Seorang sumber kepada The Times menyebut, keputusan tersebut telah dipertimbangkan sejak lama dan tidak terkait langsung dengan kunjungan kenegaraan Presiden AS.
“Saya sudah menjelaskan posisi saya sejak akhir Juli terkait waktu pengakuan itu, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kunjungan ini,” ujar Starmer.
Ia menegaskan, langkah pengakuan Palestina juga dipengaruhi situasi konflik yang kian memburuk di Gaza dan Tepi Barat. Inggris, kata dia, menekan Israel agar meredakan eskalasi kekerasan. Jika tidak, London akan bergerak cepat mendukung Palestina di PBB, menyusul negara-negara lain seperti Prancis, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
“Seperti yang Anda duga, saya sudah membicarakan hal ini dengan Presiden. Kami tetap saling menghormati, meski berbeda pandangan, dan sama-sama ingin mencari solusi terbaik bagi kawasan,” imbuhnya.