TheIndonesiaTimes - Timberland Medical Centre (TMC) merupakan rumah sakit swasta ternama di Kuching, Malaysia Timur, yang kini menjadi alternatif utama pilihan berobat bagi masyarakat Indonesia. TMC adalah bagian dari IHH Healthcare, jaringan rumah sakit terbesar di Malaysia, yang menjamin pelayanan kesehatan berkualitas tinggi.

Sebagai rumah sakit yang telah beroperasi lebih dari tiga dekade, TMC telah menjadi pusat rujukan bagi masyarakat Sarawak dan wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Kemudahan akses penerbangan langsung dari Pontianak maupun Jakarta ke Kuching Sarawak semakin memudahkan pasien dari Indonesia.

Dr. Kelvin Ch’ng Boon Hong, CEO Timberland Medical Centre, menekankan komitmen mereka pada kenyamanan dan teknologi terkini. “Rumah sakit kami menerima berbagai macam kasus komprehensif dan juga medical checkup. Tentunya, semua didukung oleh tenaga medis profesional,” ujar Dr. Kelvin, dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).

Sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjang, TMC akan bertransformasi menjadi “wajah baru” dan berganti nama menjadi Gleneagles Hospital Kuching. Transformasi ini akan disertai pembangunan gedung baru modern yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Fasilitas unggulan di rumah sakit baru ini nantinya akan mencakup pusat bedah kardiotoraks dan layanan kanker komprehensif dengan radioterapi. Rumah sakit baru ini juga akan memiliki sistem rekam medis digital dan peningkatan kapasitas tempat tidur yang signifikan.

Seluruh layanan dan tenaga medis TMC akan secara bertahap dipindahkan ke Gleneagles sebagai langkah transformasi strategis. “Gleneagles Hospital Kuching adalah bukti komitmen kami dalam membawa standar kesehatan global lebih dekat dengan masyarakat Borneo, termasuk pasien internasional,” tambah Dr. Kelvin.

TMC memiliki beberapa pusat keunggulan yang menjadi fokus layanan, termasuk Telinga, Hidung & Tenggorokan (THT), Jantung (Kardiologi), dan Bedah Tulang Belakang. Pusat keunggulan ini juga mencakup Obstetri & Ginekologi (O&G) serta Bedah Saraf (Neurosurgery) untuk melayani pasien Indonesia.

Tren permintaan layanan dari pasien Indonesia mencakup second opinion untuk kasus kanker dan jantung, serta pemeriksaan kesehatan komprehensif (health screening). Permintaan lain datang dari layanan ortopedi & perawatan cedera olahraga hingga urologi & gastroenterologi.

Dr. Kelvin menggarisbawahi bahwa fokus mereka bukan hanya pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan bagi pasien. “Banyak pasien datang lebih cepat untuk diagnosis awal dibandingkan beberapa tahun lalu, ini perkembangan positif,” pungkas Dr. Kelvin mengenai kesadaran masyarakat.