TheIndonesiaTimes - Harapan agar sejumlah proyek fisik Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan rampung sebelum akhir 2025 belum terwujud. Keterlambatan yang terjadi membuat fasilitas publik yang dinanti masyarakat belum bisa dimanfaatkan.

Sejumlah proyek yang sebelumnya sempat ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ikhsan bahkan disebut hampir selesai. Namun hingga Selasa (30/12/2025), sebagian besar masih tertahan pada tahap pengerjaan fisik dasar.

Kondisi ini berdampak langsung pada warga. Gedung sekolah, fasilitas pelayanan publik, hingga sarana pemerintahan yang telah menyerap anggaran daerah belum dapat difungsikan secara optimal.

“Ketika bangunan belum selesai, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat yang menunggu layanan,” ujar Pengamat Kebijakan Publik UIN Jakarta, Zaki Mubarak.

Proyek yang berpotensi berlanjut hingga 2026 antara lain pembangunan Gedung Serba Guna Pamulang, SDN 03 Jombang, SMPN 10 Pondok Ranji, TK Pembina 8, SDN Ciater 01, serta peningkatan sarana SMPN 22 dan Kantor Kecamatan Pondok Aren. Termasuk pula perbaikan rooftop Gedung DPRD Tangsel dan pembangunan gedung pemadam kebakaran.

Ironisnya, proyek pembangunan area parkir di seberang Gedung DCKTR yang menelan anggaran miliaran rupiah juga belum rampung, meski berada tepat di pusat aktivitas dinas teknis.

Pihak DCKTR mengakui adanya potensi keterlambatan. Kepala Seksi Bidang Pembangunan DCKTR Kota Tangsel, Anik, menyatakan proyek masih berjalan sesuai mekanisme yang ada. “Ada yang lanjut dengan pengenaan denda. Masih on progress,” kata Anik.

Namun, penjelasan rinci soal penyebab keterlambatan belum disampaikan secara terbuka. Menurut Zaki, hal ini mencerminkan persoalan tata kelola yang belum sepenuhnya dibenahi. “Ini bukan semata soal teknis. Lemahnya pengawasan membuat keterlambatan terus berulang dan kualitas proyek kerap dipertanyakan,” ujarnya.

Molornya proyek-proyek tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah kota agar evaluasi menyeluruh dilakukan, sehingga pembangunan tidak hanya terserap anggarannya, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (HB).