The Indonesia Times - Aktivitas layanan peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang dipastikan tetap berjalan meski terjadi kepadatan pada area terminal, khususnya layanan delivery atau pengambilan peti kemas keluar terminal. Kepadatan tersebut dipicu gangguan operasional pada sejumlah peralatan sejak awal pekan ini.

Terminal Head TPK Kupang, Andhik Kristianto, menjelaskan bahwa kendala terjadi pada tiga unit rubber tyred gantry crane (RTG) sejak 7 Januari 2026. Dari total lima unit RTG yang tersedia di area tersebut, hanya dua unit yang masih dapat beroperasi secara optimal.

“Dari lima unit RTG, tiga unit mengalami kendala teknis sehingga berdampak pada kelancaran proses delivery. Dua unit lainnya masih berfungsi dengan baik,” ujar Andhik, Sabtu (10/1/2025).

Gangguan tersebut menyebabkan antrean truk di luar area terminal yang hendak melakukan pengambilan peti kemas. Untuk menjaga kelangsungan operasional, manajemen TPK Kupang melakukan langkah mitigasi dengan menambah dua unit alat reach stacker (RS) guna mendukung proses delivery.

Selain itu, percepatan perbaikan peralatan juga dilakukan dengan mendatangkan tambahan mekanik dari Surabaya dan Balikpapan. Para mekanik tersebut tiba bersama suku cadang yang dibutuhkan untuk penanganan gangguan pada RTG. “Tambahan dua mekanik sudah tiba dan langsung melakukan penanganan. Mereka juga membawa spare part yang diperlukan agar perbaikan bisa segera diselesaikan,” kata Andhik.

TPK Kupang mencatat, kepadatan juga dipengaruhi lonjakan permintaan layanan pasca libur Natal dan Tahun Baru. Sejak 6 Januari 2026, aktivitas pergudangan, perkantoran, dan distribusi barang di Kota Kupang kembali meningkat sehingga volume pengambilan peti kemas melonjak signifikan.

Meski menghadapi kondisi tersebut, TPK Kupang menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan maksimal. Manajemen menargetkan waktu pemulihan sekitar satu pekan, dengan pengoperasian alat dilakukan secara bertahap seiring selesainya proses perbaikan.

“Kurang lebih satu minggu alat akan siap beroperasi kembali secara bertahap. Kami berkomitmen melakukan perawatan dan pemeliharaan peralatan secara berkelanjutan,” ujar Andhik. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan skema kompensasi atas dampak kendala operasional yang terjadi.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melky Laka Lena bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan inspeksi langsung ke TPK Kupang pada Sabtu pagi. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menekankan agar kendala operasional di pelabuhan tidak berdampak pada kenaikan harga barang di wilayah NTT.

“Saya minta Pelindo, perusahaan pelayaran, pengusaha, dan seluruh pihak terkait tidak menaikkan tarif atau biaya tambahan apa pun. Kita harus menjaga stabilitas harga agar tidak memicu inflasi,” tegas Melky.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) NTT, David Ongko Saputra, menyampaikan harapan agar ke depan dilakukan penambahan peralatan di TPK Kupang seiring meningkatnya arus barang. Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT menyatakan akan membantu koordinasi dengan Komisi V DPR RI dan Danantara. “Arus barang terus meningkat. Harapan kami ada penambahan peralatan untuk mendukung kelancaran kegiatan peti kemas di Kupang,” ujar David.