TheIndonesiaTimes, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memiliki Juru Bicara baru yakni Tessa Mahardhika Sugiarto, menggantikan Ali Fikri yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara 27 Desember 2019–6 Juni 2024.

Penggantian tersebut dibenarkan oleh Ketua Sementara KPK Nawawi Pomolango dan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak.

Nawawi Pomolango menyatakan, pemilihan dan penetapan Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara defenitif menggantikan Ali Fikri selaku Plt Juru Bicara merupakan langkah penyegaran yang dilakukan KPK. Apalagi, tutur Nawawi, Ali Fikri sudah cukup lama menjadi Plt Juru Bicara yakni sejak 2019. Selain itu, kata Nawawi, Ali Fikri juga masih menjabat sebagai Kepala Bagian Pemberitaan KPK.

"Jadi enggak ada salahnya kalau kami berencana melakukan semacam penyegaran dan memberi ruang kesempatan bagi pegawai KPK lain. Banyak pegawai kompeten dalam komunikasi publik," ujar Nawawi saat dikonfirmasi para jurnalis, Jumat (7/6/2024).

"Jabatan Pak Ali adalah Kabag Pemberitaan, tetapi selama ini beliau diangkat sebagai Plh (Plt). Jubir dan sekarang sudah diangkat jubir yang definitif Pak Tessa Mahardhika Sugiarto," ungkap Tanak saat dikonfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Pada Jumat sore (7/6/2024), KPK secara resmi memperkenalkan Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara KPK dan Budi Prasetyo sebagai Tim Juru Bicara KPK dalam konferensi pers.

Tessa diperkenalkan oleh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak yang karib disapa Yeye. Saat konferensi pers, Yeye duduk diapit oleh Tessa di samping kiri dan Budi di samping kanan. Yeye menuturkan, penunjukan Tessa sebagai Juru Bicara KPK berdasarkan surat keputusan yang diteken pimpinan KPK.

"Dalam SK ditugaskan pertana Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai jubir, dan kemudian juga ada Budi Prasetyo dan ada juga beberapa tim di bawah kepemimpinan jubir. Penugasan jubir ini berlaku efektif hari ini. Jadi saya memperkenalkan teman-teman tentang jubir dan tim jubir yang baru ini. Hari ini langsung bertugas," ungkap Yeye saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat sore (7/6/2024).

Tessa Mahardhika Sugiarto mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyampaikan berbagai informasi kepada publik melalui para jurnalis. Tessa pun meminta dukungan dari para jurnalis dan media massa dalam menjalankan tugasnya.

"Kami ditugaskan oleh pimpinan untuk melanjutkan tugas-tugas yang sudah dikerjakan dengan baik oleh Mas Ali Fikri dan Mba Ipi Maryati. Tentunya cukup sulit untuk mencapai standar senior-senior kami baik Bang Johan Budi, Febri Diansyah, Mas Ali Fikri, maupun Mba Ipi. Tapi kami berkomiten untuk bisa mendekati kulitas kerja sama dan pemberitaan dan bahkan kalau bisa kami tingkatkan kerja samanya ke depan. Dan, untuk itu, saya menantikan kerja sama di tim jubir ini dengan teman-teman jurnalis," tegas Tessa.

Tessa Mahardhika Sugiarto adalah penyidik senior KPK sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas Penyidikan), yang mulai bertugas sekitar tahun 2008 dan berasal dari Polri.

Pada 2012, Tessa memilih mengundurkan diri alias pensiun dini dari korps Bhayangkara, kemudian memilih menjadi pegawai tetap KPK. Pada Oktober 2012, KPK yang kala itu dipimpin oleh Abraham Samad dkk menetapkan dan mengangkat 28 penyidik Polri yang telah mengundurkan diri menjadi pegawai tetap KPK, termasuk di antaranya Tessa Mahardhika Sugiarto, Novel Baswedan, HN Christian, Rizka Anung Nata, dan Bambang Sukoco.

Pangkat terakhir Tessa di Kepolisian adalah Komisaris Polisi (Kompol). Di tahun 2020, Tessa sempat maju dalam seleksi calon Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK. Tiga tahun berselang atau 2023, Tessa kembali ikut seleksi untuk jabatan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi.

Tessa adalah lulusan Akpol yang juga memegang gelar sarjana strata 1 di bidang Ilmu Kepolisian maupun gelar magister bidang Komunikasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Inter Studi Jakarta dan gelar magister hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Selama bertugas di KPK, ada sejumlah kasus besar dan menarik perhatian publik yang ditangani Tessa. Di antaranya yaitu korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP elektronik (e-KTP) Tahun Anggaran 2011-2013 pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), suap bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek pada Kementerian Sosial tahun 2020, dan korupsi pembangunan Gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Kemendagri Tahun Anggaran 2011.

Dari sisi harta kekayaan, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilansir laman elhkpn.kpk.go.id, Tessa tercatat Tessa memiliki kekayaan Rp1.193.152.125, yang dia laporkan pada 22 Februari 2024 untuk masa periodik tahun 2023.