The Indonesia Times - Palang Merah Indonesia (PMI) memprioritaskan pembersihan endapan lumpur dan sisa material banjir sebagai langkah krusial pemulihan pascabencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Hingga akhir Januari 2026, lebih dari 106 ribu warga masih mengungsi, sementara ratusan ribu rumah serta fasilitas publik dilaporkan rusak.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menyebut ketebalan lumpur di sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, hingga Agam dan Solok tidak memungkinkan pembersihan dilakukan secara manual.

“Pemulihan sangat bergantung pada dukungan peralatan berkapasitas besar. Proses ini bisa memakan waktu hingga tiga tahun, sehingga kecepatan dan keselamatan kerja relawan menjadi faktor utama,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan permukiman warga, PMI memanfaatkan dukungan teknologi dari Bosch Indonesia berupa 25 unit High Pressure Washer dengan tekanan 100–120 bar. Peralatan ini diharapkan dapat mempercepat pembersihan fasilitas umum dan hunian warga agar aktivitas sosial-ekonomi dapat kembali berjalan, terutama menjelang Ramadan 2026.

Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga efektivitas dan keselamatan kerja. “Kami berharap bantuan ini memberi dampak nyata bagi percepatan pemulihan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bencana jangka panjang,” katanya.

Selain dukungan peralatan, Bosch Indonesia juga menyalurkan dana hasil penggalangan karyawan sebesar Rp4,9 juta melalui Foodbank of Indonesia sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Melalui inisiatif Bosch Bersama Negeri, kami berupaya menghadirkan teknologi yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Fenny.