Kejagung: Ada Perbedaan Kualitas Antara 109 Ton Emas Cap Palsu Antam dan Logam Mulia yang Diproduksi oleh PT Antam

theindonesiatimes.com

TheIndonesiaTimes, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan bahwa ada perbedaan kualitas antara 109 ton emas dengan cap palsu Antam dan logam mulia yang diproduksi oleh PT Antam. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa kualitas emas swasta sebanyak 109 ton tersebut jauh di bawah kualitas produksi PT Antam.

"Tentu kualitasnya berbeda, ini 109 ton emas ilegal, sedangkan yang satunya emas legal," ujarnya kepada wartawan pada Sabtu (1/6).

Baca juga: Breaking News: Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Digiring ke Tahanan

Ketut tidak merinci lebih lanjut mengenai perbedaan kualitas tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa penyidik masih menyelidiki dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Baca juga: Breaking News: Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Dalam kasus korupsi emas ini, Kejagung telah menetapkan enam mantan General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UB PPLM) PT Antam sebagai tersangka.

Baca juga: Kasus IUP Bauksit PT QSS, Saut: Kunci Ada pada Pejabat Pemberi Izin, Harus Diusut Tuntas

Keenam tersangka tersebut adalah TK sebagai General Manager (GM) periode 2010-2011; HN sebagai GM periode 2011-2013; DM sebagai GM periode 2013-2017; AH sebagai GM periode 2017-2019; MAA sebagai GM periode 2019-2021; dan ID sebagai GM periode 2021-2022.

Editor : Rico

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru