The Indonesia Times - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi mendapat sorotan serius dari DPR RI. Anggota Komisi V, Sudjatmiko, menegaskan proyek pendidikan tersebut tidak boleh dikerjakan asal-asalan dan harus mengutamakan keselamatan anak serta keberlanjutan lingkungan.
Dalam kunjungan kerjanya, Sudjatmiko menemukan adanya deviasi pekerjaan yang mencapai sekitar 20 persen. Ia menilai kondisi ini perlu segera ditangani melalui evaluasi menyeluruh, termasuk perbaikan desain dan manajemen proyek agar pembangunan tetap tepat waktu dan efisien tanpa mengorbankan kualitas.
“Program ini sangat strategis, jadi tidak boleh terganggu masalah teknis. Harus ada review desain agar pelaksanaan lebih optimal,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Selain aspek konstruksi, ia juga menyoroti pentingnya sistem lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya menyediakan kolam penampungan air, tetapi harus dilengkapi sumur resapan guna menjaga keseimbangan air tanah dan mencegah kerusakan infrastruktur di masa depan.
Dari sisi keselamatan, Sudjatmiko menekankan bahwa desain bangunan harus ramah anak, terutama bagi siswa usia dini. Fasilitas seperti jendela, asrama, hingga ruang kelas harus memiliki standar pengamanan tinggi untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas fasilitas sanitasi yang tahan lama, mengingat penggunaan yang tinggi setiap hari. Tak kalah penting, konsep penghijauan sekolah didorong lebih edukatif dengan menghadirkan pohon buah sebagai bagian dari lingkungan belajar.
Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara matang, aman, dan berorientasi jangka panjang agar benar-benar memberi dampak nyata bagi masa depan generasi Indonesia.