TheIndonesiaTimes - Ratusan warga dari empat kecamatan di Medan Utara menggeruduk Mapolres Pelabuhan Belawan pada Rabu (19/11/2025) sebagai bentuk protes terhadap maraknya aksi begal yang menimbulkan banyak korban. Aksi kriminal yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir membuat warga resah dan merasa keamanan mereka tidak lagi terjamin.
Dalam unjuk rasa yang berlangsung di halaman Mapolres, massa menuntut polisi bertindak tegas terhadap para pelaku begal yang kian merajalela di wilayah hukum Polres Belawan. Seorang warga, Rani, menyatakan bahwa aktivitas harian mereka kini dibayangi rasa takut.
“Begal sudah menghantui siang dan malam. Kami hidup dalam ketakutan. Kami minta polisi memberi jaminan keamanan, jangan seolah tidak mampu bertindak,” ujarnya saat berorasi.
Tak lama setelah aksi berlangsung, sejumlah perwakilan massa difasilitasi untuk berdialog dengan Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman beserta jajaran. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah nota kesepakatan kerja sama antara kepolisian dan perwakilan warga.
Di hadapan para pengunjuk rasa, AKBP Wahyudi menyatakan komitmennya untuk memenuhi seluruh poin kesepakatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian juga merasakan dampak dari meningkatnya tindakan kriminal.
“Apa yang kalian rasakan, juga kami rasakan. Bahkan anggota saya ada yang menjadi korban aksi kriminalitas,” katanya.
Wahyudi menjelaskan tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan jumlah personel Polres Pelabuhan Belawan yang hanya 465 orang dibandingkan dengan populasi warga yang jauh lebih besar. Ia menekankan perlunya dukungan dan informasi dari masyarakat dalam memberantas begal.
Selain itu, ia berjanji akan menindak oknum internal kepolisian yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Semua tuntutan masyarakat akan kami akomodir. Saya juga meminta maaf jika layanan kami belum sempurna untuk masyarakat Belawan,” pungkasnya.
Usai penandatanganan kesepakatan, massa membubarkan diri secara tertib.
Jurnalis: Binsar Simatupang