The Indonesia Times -Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk merehabilitasi sawah rusak akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini ditujukan untuk memulihkan lahan pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah terdampak.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, mengingatkan bahwa besarnya anggaran tersebut harus disertai pengawasan ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan penyimpangan.
“Kami mendukung rehabilitasi sawah pascabencana, tetapi Kementan harus membuka secara jelas mekanisme pelaksanaannya agar publik dapat ikut mengawasi,” ujar Usman, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, rehabilitasi sawah merupakan langkah penting untuk membantu petani bangkit setelah kehilangan lahan, panen, dan modal akibat bencana alam.
“Negara harus memastikan bantuan benar-benar diterima petani, bukan hanya berhenti di level administrasi,” tegas legislator asal Nusa Tenggara Timur tersebut.
Ia juga mendorong pelibatan pemerintah daerah dan kelompok tani dalam pendataan dan pelaksanaan program agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.