The Indonesia Times - Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali terbongkar. Tim gabungan yang terdiri dari BAIS TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Mabes TNI, Polda Sumatera Utara, serta Pemerintah Kota Medan menggerebek gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan solar di Medan Marelan.

Penggerebekan dilakukan di Jalan Pasar 4 Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Selasa (17/3/2026) dini hari, menyusul laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di bangunan yang berkedok bengkel mobil.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan warga yang curiga terhadap aktivitas keluar masuk kendaraan tangki di lokasi tersebut,” ujar salah satu petugas di lapangan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (21/3/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat menemukan sekitar 150 ton solar subsidi yang diduga ditimbun untuk diperjualbelikan secara ilegal. Temuan ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya praktik penyimpangan distribusi BBM berskala besar.

“Jumlahnya sangat signifikan. Ini bukan lagi praktik kecil, tetapi diduga sudah terorganisir dan melibatkan jaringan distribusi,” kata sumber dari unsur penegak hukum di lokasi.

Selain BBM, petugas turut mengamankan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari enam kontainer—empat di antaranya berisi solar—sembilan unit baby tank, hingga satu tangki tanam berkapasitas sekitar 18 ton.

Sejumlah kendaraan operasional juga ditemukan, di antaranya mobil tangki berbagai kapasitas serta kendaraan seperti Toyota Hilux, Mitsubishi L300, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Kijang Pick Up yang diduga digunakan dalam aktivitas distribusi.

Pihak aparat mendesak Pertamina dan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut. Seluruh aktivitas di gudang itu kini telah dihentikan.

“Kami mendorong agar kasus ini diproses secara transparan dan tuntas, termasuk mengungkap siapa saja yang terlibat,” tegas petugas tersebut.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan dan kasus masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Aparat berjanji akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik penimbunan BBM subsidi ini.

Kasus ini kembali memunculkan kritik terhadap lemahnya pengawasan distribusi energi. Di tengah keluhan kelangkaan solar di berbagai daerah, praktik penimbunan dalam jumlah besar justru terus terungkap—menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.

(Binsar Simatupang)